PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
NeuropsikologiPsikologi Klinis

amnesia pascatrauma (PTA)

posttraumatic amnesia (PTA)

Ringkasan Singkat

Gangguan memori yang terjadi setelah cedera fisik kepala atau pengalaman psikologis yang sangat mengguncang.

Amnesia pascatrauma (PTA) adalah kondisi hilangnya atau terganggunya daya ingat yang terjadi segera setelah individu mengalami cedera fisik (seperti gegar otak hebat) atau pengalaman traumatis secara psikologis (seperti pertempuran atau kekerasan seksual). Penderita mungkin lupa akan kejadian traumatis itu sendiri atau peristiwa-peristiwa yang terjadi sesaat setelah trauma tersebut. Durasi amnesia ini bisa bervariasi dari beberapa menit hingga berminggu-minggu, tergantung pada tingkat keparahan cedera otak yang dialami.

Periode lupa ini bisa bersifat kontinu, atau individu mungkin hanya memiliki ingatan yang samar, tidak lengkap, dan terputus-putus tentang apa yang terjadi. Dalam konteks medis, durasi PTA sering digunakan sebagai indikator klinis untuk menentukan tingkat keparahan cedera otak traumatis (TBI). Secara psikologis, PTA juga bisa menjadi mekanisme pertahanan diri mental terhadap memori yang terlalu menyakitkan untuk diproses.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Ahmed, S., et al. (2000). Post-traumatic amnesia: a review of the literature. British Journal of Anaesthesia.
  • APA Dictionary of Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback